JEJAK SUARA, MENELUSURI AWAL MULA RADIO MILIK PEMKAB PURBALINGGA

Purbalingga.rilisjateng.com – Dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional ke-81, LPPL Radio Gema Soedirman (RGS) Purbalingga menghadirkan siaran dialog interaktif “Dinkominfo Menyapa” dengan tema spesial “Jejak Suara”.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menelusuri kembali sejarah awal mula radio milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengudara, sekaligus menggali kisah dan pengalaman para tokoh yang pernah menjadi bagian dari perjalanan radio pemerintah daerah.

Berita Lainnya

Sabtu (12/9/2026), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan, S.E., M.Si., bersama kru LPPL Radio Gema Soedirman melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Sukadi di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari.

Sukadi merupakan salah satu sosok yang pernah menjadi penyiar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Purbalingga. Ia mulai menjadi penyiar pada tahun 1974 hingga 1978 dengan nama udara “Heri”

Setelah menjalani masa sebagai penyiar, Sukadi melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Perjalanan kariernya kemudian berlanjut dengan penugasan di Kabupaten Banjarnegara hingga memasuki masa purna tugas pada tahun 1983.

 

Kunjungan “Jejak Suara” kemudian dilanjutkan ke kediaman Ibu Endang Murdyaningsih, yang kini berusia 75 tahun. Endang, yang dikenal dengan nama udara “Ning Sapardi”, juga merupakan salah satu penyiar yang pernah mengisi perjalanan awal radio milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Endang mulai menjadi penyiar pada tahun 1973, ketika radio pemerintah daerah Purbalingga masih menggunakan nama SAPURBA, singkatan dari “Suara Angkasa Perwira Purbalingga”.

Dalam pertemuan tersebut, Endang turut mengenang perjalanan radio pemerintah daerah pada masa awal mengudara. Baginya, radio tidak hanya menjadi media penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Purbalingga.

 

Endang berharap, di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya platform komunikasi saat ini, radio milik pemerintah daerah yang kini telah berkembang menjadi LPPL Radio Gema Soedirman dapat terus bertahan, mengudara, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jejak Suara” tidak sekadar menjadi perjalanan untuk mengenang masa lalu. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah, para pelaku, dan generasi radio saat ini.

Dari suara para penyiar di masa lalu, tersimpan cerita tentang bagaimana radio pemerintah daerah tumbuh dan hadir di tengah masyarakat. Kini, semangat tersebut diteruskan oleh LPPL Radio Gema Soedirman melalui siaran radio 96,3 FM, streaming, serta berbagai platform digital.

Melalui kegiatan ini, LPPL Radio Gema Soedirman berupaya merawat sejarah sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus menjadi ruang informasi, edukasi, hiburan, dan kolaborasi masyarakat Purbalingga.

*Dari suara masa lalu, kita belajar menjaga suara hari ini. Dari jejak yang telah ditinggalkan, kita melangkah untuk memastikan suara Purbalingga terus mengudara.(***)

Pos terkait